October 21, 2009 by puputpuputpuput

Maaf, Ibu ingin kopi.
padahal Ibu tau, seharusnya tidak, tapi Ibu ingin sekali ngopi.
Ibu ingin kopi hitam, sedikit gula, hangat, dan dua potong pisang goreng. Sore hari. Sebuah buku roman. Serta Alanis morrisette ber-akustik ria. Bukan kah itu ibu yang kau kenal dahulu?
Tapi ibu cuma sedikit saja bisa ngopi, rasa kacang. Entah kenapa Ibu ambil itu dari rak Alfamart. Padahal Ibu ingin kopi hitam. Sedikit gula. Hangat. Dua potong pisang goreng. Tanah basah sehabis hujan. Dan berciuman dengan Bapak mu, Anak ku.
Posted in day and night | 4 Comments »
August 4, 2009 by puputpuputpuput
Aku tidak tau bagaimana cara berkenalan denganmu. Aku tidak tau bagaimana cara menyapa mu. Aku tidak tau bagamana caranya bicara dengan mu.
Aku pikir kau pasti mendengar meski aku tidak bersuara. Kau pasti mengerti meski aku tidak menjelaskan. Aku ingin kau tau meski aku diam. Aku ingin kau merasakan meski aku tidak membaginya. Ah, belum-belum aku sudah menuntut mu. Padahal aku tidak ingin begitu nantinya, karena aku tau bagaimana berat nya selalu di tuntut.
Aku tidak tau bagaimana menghadapimu.
Posted in day and night | 3 Comments »
July 12, 2009 by puputpuputpuput
Ga boleh minum soda, ga boleh makan durian, ga boleh ini, ga boleh itu
tapi KAMU adalah kado terindah dari Tuhan
Posted in day and night | 4 Comments »
April 26, 2009 by puputpuputpuput
pembicaraan kami terakhir yang ku ingat :
katanya ” aku sudah punya istri perempuan dan anak perempuan, put, tapi yang belum aku punya itu pacar perempuan”.
jawab ku saat itu ” edan, kenthir”.
Dan kami tertawa bersama.
yang ku ingat tentang beliau mungkin tidak selengkap apa pun yang ter-arsipkan oleh kawan-kawan yang telah lama mengenal nya. berapapun periode kita, sama yang masih terasa: kehilangan.
yang aku tau kau orang baik. terimakasih telah mengenal mu.
Disini negri kami. Tempat padi terhampar. Samudranya kaya raya.
Tanah kami subur Tuhan
Di negri permai ini. Berjuta rakyat bersimbah luka. Anak kurus tak sekolah
Pemuda desa tak kerja.
Mereka dirampas haknya. Tergusur dan lapar.
Bunda relakan darah juang kami. Tuk membebaskan rakyat.
Mereka dirampas haknya. Tergusur dan lapar.
Bunda relakan darah juang kami. Padamu kami berjanji.
Padamu kami mengabdi.
selamat jalan guru, kawan, dan satu tokoh dalam hidup ku, bang.
Posted in day and night | 5 Comments »