Antara Augusto pinochet- Chile dan Soeharto- Indonesia?
Augusto pinochet dan Soeharto adalah sama-sama diktator bertangan besi. Kedua nya membunuh berjuta-juta nyawa guna memuluskan jalan menjadi seorang pemimpin. keduanya pun sama-sama tumbuh dengan darah militer. Bisa dipastikan bagaimana kah sebuah negara berjalan dengan kekuasaan militer di dalamnya?
Augusto pinochet dan Soeharto sama-sama mendapatkan kekuasaan dari penggulingan pemerintahan sebelumnya. Bedanya, pemerintahan Allende adalah sosialis sejati dan ia di gulingkan dengan kudeta militer yang memang di pimpin oleh pinochet, sedang sosialis Soekarno yang masih bergabung dengan ideologi lain itu digulingkan oleh Soeharto dengan kudeta berwajah lain (kalau tidak boleh di sebut cara yang licik).
Setelah berkuasa, keduanya memilih perekonomian monopoli yang bertumpu pada modal asing, pendeknya perdagangan bebas lah. Dan memasukkan keuntungan yang lebih ke kantong mereka masing-masing. Guna mempermulus jalan dalam kepemimpinan seperti itu tentu di butuhkan sebuah pemerintahan keras. Maka hal-hal seperti pelarangan kebebasan pers dan serikat kaum buruh juga di lakukan oleh keduanya.
Hal lain yang membuat keduanya sama adalah mereka tidak pernah di adili karena masalah kesehatan dalam usia yang lanjut. Pinochet mendapat kekebalan hukum karena setelah lengser ia masih menjabat sebagai senator seumur hidup, sedang Soeharto karena……. yah, karena … bapak sudah sepuh saja. Pinochet sempat bilang kalau ia lah yang menyelamatkan Chile dari bahaya komunisme, tapi Soeharto, cukup melambai saja, karena rakyat Indonesia kebanyakan tidak akan kehabisan simpati untuk nya, karena ia berhasil membuat trauma yang hebat akan komunisme di hati rakyat Indonesia.
Bedanya, Pinochet dimakamkan hanya dengan pemakaman kemiliteran dan Presiden Chile saat itu juga menolak untuk hadir. Tapi Soeharto di makam kan bak seorang raja yang mangkat dengan terhormat. Bahkan yang menjadi inspektur upacara adalah presiden Indonesia. Wajar, Presiden saat ini adalah Junior Bapak waktu itu, yang tidak pernah sekali pun bertentangan dengan Instruksi.
Terakhir, dapat dipastikan bahwa Augusto pinochet tidak akan tercatat sebagai pahlawan karena mayoritas rakyat Chile mengenangnya sebagai diktator bengis, dan lebih dari itu ia juga menyalahgunakan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri. Sedang kan Soeharto? tadi media televisi selain menayangkan in memoriam beliau secara tumpah ruah, juga mewawancarai beberapa masyarakat di jalan. Semuanya sepakat bilang bahwa beliau adalah bapak pembangunan dan mereka mencintai beliau. Apakah ini karena hanya sumber daya manusia yang rendah yang di wawancarai? ah masak iya, di sebuah milist yang saya ikuti pun masih banyak yang meng-elu² kan Soeharto. Padahal notabene nya mereka adalah lulusan universitas.
Jadi kesimpulan saya mengenai perbedaan diantara Augusto pinochet dan Soeharto adalah : Senyum Pinochet pasti tidak semanis senyum Soeharto.
Ada referensi tambahan buat posting ini:
http://www.suaramerdeka.com/harian/0801/16/nas02.htm
Selamat membaca!
Ya gitulah non, kadang keadilan hanya milik orang berkuasa. Opini bisa membunuh rakyatnya, dan legitimasi malah mendatangkan bencana bagi negaranya.
opini yg dibikin oleh media massa benar2 membuat anak bangsa dipaksa menjadi berhati malaikat, membuat anak bangsa dipaksa menjadi lebih pemaaf dan berbaik hati. Saya hanya bisa tersenyum tapi dibalik itu semua ada duka. Duka berkepanjangan karena saya terus memikirkan anak cucu ku yg tidak tau apa2 yang ternyata lahir hanya untuk menanggung beban utang dan dosa bangsa ini. Miris….
weidjaaaan..bwaHAHa..people!!wake up..pada terserang amnesia mendadak apa y semua.Kemana aja 10taun ini?yg kemaren2 itu mencaci, nuntut turun, mengorbankan banyak jiwa, harta, banyak hal,kemana?kok pada diem? apa 10taun kmrn itu cuma sekedar pembuktian ke dunia klo bangsa kita juga bisa berevolusi, kalo bangsa kita bisa berjuang..sekarang?menjilat ludah sendiri?well, bagus..karena beliau , ga bkl ada pemimpin negara ini yg bkl diterima tanpa tingkat skeptisme tinggi, g bkl ada pemimpin yg dipercaya lg..hah!!kalian lupa y?
iki kok aq Mlh nesu2 Neng kene?sori put…
hate him. forgive me, but i just hate him
Ket biyen emang dirimu tidak pernah kehabisan kata tentang politik, sun!
anu put…..kamu baik2 saja kan..????
CD musik itu gimana..???? kpn meh mbok kirim..???? *naggih*
Soal soeharto ya..????
kadang sistem otoriter emang di butuhkan di negri ini,biar semua bisa teratur…..U knowlah…pergolakan rezim soekarno ke soeharto di pasti di warnai tumpah darah..!!!!
setiap perubahan kok pasti ada darah yg tercecer..????
soeharto muda…emang kejam…menghukum tanpa ada proses melawati proises meja hijau…
liat tahan politik yg di pulau buru. terus yg di anggap bersebangaran ttg ideologi pacasila langsung di tembak..di culik.!!!!!
tapi,aku yakin….bos yg bikin HIDUP..lebih bijaksana ngasih HUKUMAN buat sang pembuat supersemar itu….
bedanya…..soekarno meninggal di iringi tangis yg panjang,,…klo soehato..di iringi spanduk protes ttg obligasi..kkn…nepotisme…..dan lain sebgainya….
salam
pepeng
*bukan aktifis partai manapun*
kata lagu barunya franky: presiden lama meninggal, presiden baru melempem…eh, salah ya? apa ya, lupa! kayaknya yang bener: Kami butuh presiden baru! bukan casing-nya baru
Referensi tambahan!!!
http://www.orangmuda.com/brain-corner/pelacuran-media-massa-soeharto-berkuasa-dari-liang-kubur/
*nenggak pil tidur*
setuju ma kesimpulannya senyum Suharto adalah pengasihan yang paling hebat *halah*
siapa gak tergoda diberi lembaran2 Suharto mesem
Mudah2an, hari perhitungan itu emg ada. Klu tidak…
Bonus lagi!!!
http://indoprogress.blogspot.com/2008/01/menggugat-bapak-pembangunan.html
*balik ke sel RSJ*
senyumku manis juga…tapi kenapa aku tidak dielu-elukan ya??..mungkin memang aku bukan siapa-siapa..halah opo to ki…
sing wis yo wis…saya menunggu indonesia menuju ke arah yang lebih baik saja…wong indonesia ki mang antik2 kok…
sing penting hukum tetap ditegakkan (summon sarjana2 hukum)..korupsi diberantas…tumbuhkan budaya malu…
(ketoke semakin ra nyambung..mbuh ah put…aku setres karo paperku)
susah put, secara (halah..secara gitu loh..) media pun sudah di kuasai oleh rezim dan kroni2 si bapak ini. selain itu, mungkin ini karena pengaruh kalimat yang sudah ditanamkan sampe mengakar ke penduduk indonesia yah…
“klo ngomongin orang yang sudha meninggal, ingat baik2nya ajah. ga bagus untuk ngomongin jeleknya”
saya No comment ah…
Piss mbak…