Aku jauh mengenal lengang sebelum akhirnya bertemu sunyi
Warung sate di pinggir kali code, dosa malam yang tak pernah sembunyi
Sisa cinta yang kau dekap sendiri
Dedaunan beranjak mati
Aku jauh mengenal diam sebelum akhirnya bertemu sepi
Terbiasa membuka hati atas kesewenanganmu datang dan pergi
Lilin-lilin bunuh diri
Kebajikan yang terlalu pagi
Aku jauh mengenal mu sebelum akhirnya kita tidak pernah bertemu
Terkaan sudah lama menyublim
Letupan dan hentakan sudah lama menguap
Sisanya mencair dan membeku, yang kita sebut bonus kehidupan
Maafkan, jika aku jauh mengenal prosa sebelum puisi
Jika ini prosa, ajari aku menjadikannya puisi
Jika ini mirip puisi
Biar cuma kita yang mengerti
hmmm…lg kangen ya? semoga ‘dia’ baca ya. eh, tapi ditempatnya dia ada internet kan? huehehe…
*terpesona pada paragraf terakhir, huahahaha…
wuihhh….
ajari simbok menulis puisi, ndhuk
biar disebut prosa ato puisi…ndak usah bingung apalagi sakit hati…aku tetap acungkan dua ibu jari…kau memang muridku yang sejati…
walah poetri… aku aja gak tau yang mana prosa – mana puisi,kok suruh ngajari.kepriben poet?!
hehehe… ( GR ik aku… )hahaha
gimana kalau aku yang minta diajari? btw, kenapa aku ngerasa sepi ya membacanya?
you have done well, grasshopper
warung sate itu di pinggir kali code yang sebelah mana sih Put?aq kasih tau dong..